Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata,
من أراد العلم فليثور القرآن فإن فيه علم الأولين والآخرين
“Barangsiapa yang menghendaki ilmu maka tadabburilah Al Qur’an. Sungguh di dalamnya terdapat ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang.” (HR. Ath Thabaraany, 9/146)
Tatswiir Al Qur’an yang diistilahkan oleh Ibnu Mas’ud di atas maksudnya adalah salah satu bentuk mentadabburi Al Qur’an, yaitu berusaha memahami makna kandungan setiap ayat, mencari hikmah penggunaan lafazh jamak bukan lafazh mufrad, merenungkan hikmah mengapa ayat ini didahulukan daripada ayat yang satunya lagi, dan lain sebagainya.
Semakin dalam pemahaman seseorang terhadap Al Qur’an dan semakin tinggi kecerdasannya, maka semakin banyak ilmu yang bisa digali dan semakin luas khazanah pengetahuan yang bisa diungkap.
Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata,
لو أردت أن أملي وقر بعير على الفاتحة لفعلت
“Kalau seandainya saya mau untuk mendiktekan ilmu yang terkandung dalam surat Al Fatihah sebanyak kertas yang mampu dipikul oleh seekor unta maka saya mampu melakukannya.” (Al Burhaan fii ‘Uluumil Qur’aan, Az Zarkasyiy)
Subhaanallaah…
Semoga Allah berkenan memberikan kepada kita taufiq untuk mentadabburi kalam-Nya… Aamiin.
Ditulis oleh Abu Yazid Nurdin, 14 Syawwal 1441 H di bawah rembulan purnama, Kedungwuluh, Purwokerto.